WANITAKU
(Ika Ulfanalia)
Wanita…
Terlahir
istimewa
Seperti
bidadari bumi
Yang
terus pancarkan senyum bahagia
Terkadang
muram
Tapi
tak berarti senyumnya padam
Kerasnya
alur dunia
Membuatnya
kuat melebihi
Sapaan
hujan yang murka akan tingkah manusia
Hatinya
suci bagai peri surga
Wanita….
Meski
sering terluka
Karena
harapan dan lika liku kehidupan
Tapi
ia selalu ada hati untuk memaafkan
Pedihnya
skenario Tuhan
Tak
membutakan hatinya untuk tetap bertahan
ANALISIS
PUISI
Puisi
yang berjudul “Wanitaku” menceritakan
ketegaran seorang wanita.
Pada
bait pertama terlahir istimewa seperti
bidadari bumi menggambarkan bahwa seorang wanita
diciptakan Tuhan dengan berbeda seperti istimewa. Parasnya yang cantik bak
bidadari yang ada di bumi.
Pada kutipan bait kedua kerasnya alur dunia membuatnya kuat melebihi sapaan hujan yang murka
akan tingkah manusia. Menceritakan ketegaran/kekuatan wanita yang luar
biasa dalam menghadapi lika liku dunia.
Dalam kutipan bait ketiga meski sering terluka karena harapan dan lika
liku kehidupan tapi ia selalu ada hati untuk memaafkan. Menceritakan bahwa
meski sering merasa terluka maupun tersakiti oleh kehidupan tapi Ia senantiasa
untuk memaafkan.
Bantul,
11 September 2014
Mangetahui Penulis
Orang tua/wali
Widodo
Ika
Ulfanalia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar